T


Berita

2014, Semen Indonesia Targetkan Penjualan Semen 31 Juta Ton

PT Semen Indonesia Tbk memprediksi pertumbuhan pasar semen mencapai 6 persen pada 2014. Perusahaan pelat merah ini membidik penjualan semen sebanyak 31 juta ton.

Dalam keterangan tertulis pada Rabu, 1 Januari 2014, penjualan Semen Indonesia di pasar domestik dan ekspor hingga November 2013 mencapai 23,41 juta ton, atau naik 14,6 persen dibandingkan tahun sebelumnya 20,43 juta ton. Untuk ekspor sebanyak 317.560 ton atau naik 335,3 persen dibanding tahun sebelumnya 72.950 ton.

Sementara itu, penjualan hingga Desember 2013 diperkirakan mencapai 27,95 juta ton. Dengan rincian, penjualan Semen Gresik 13,64 juta ton, Semen Padang 7,27 juta ton, Semen Tonasa 6,33 juta ton, dan TLCC 2,29 juta ton.

Hingga saat ini, Semen Indonesia telah memiliki 4 pabrik semen, yakni 3 lokasi pabrik di Indonesia, yaitu Semen Padang di Sumatera, Semen Gresik di Jawa, dan Semen Tonasa di Sulawesi. Satu lokasi pabrik lagi di luar negeri yakni Thang Long Cement di Vietnam. 

Perusahaan ini memiliki cement mill sebanyak 22 unit, packing plant 21 unit serta sarana perluasan jangkauan pasar yang ditunjang dengan keberadaan pelabuhan khusus (special sea port) semen.

Saat ini, Semen Indonesia memiliki 11 pelabuhan khusus, yaitu di Padang, Tuban, Gresik, Biringkasi, Dumai, Ciwandan, Banyuwangi, Sorong, dan dua pelabuhan di Vietnam.

Melihat prospek perkembangan industri serta pertumbuhan ekonomi yang cukup cerah, Semen Indonesia optimistis pertumbuhan pasar semen secara nasional pada 2014 mencapai 6 persen. Semen Indonesia juga optimistis penjualan bisa mencapai 31 juta ton.

“Tahun 2014, kami akan terus fokus menjaga market share pada kisaran 44 persen," kata Dirut Semen Indonesia, Dwi Soetjipto, dalam keterangannya.

Untuk mendukung rencana tersebut, beberapa strategi telah dipersiapkan perseroan. Sebagai langkah awal, perseroan akan memproduksi semen dengan tipe tertentu sebagai variasi permintaan pasar, menyatukan produksi, sinergi dalam pemasaran.

Sementara itu, dalam hal distribusi dan transportasi, Semen Indonesia akan mengoptimalkan seluruh packing plant yang dimiliki, termasuk mengoptimalkan mesin packing-nya.

Selain itu, Semen Indonesia berupaya memperluas jangkauan pasar. Kelompok usaha semen terbesar di Indonesia ini akan meresmikan pabrik pengemasan atau packing plant di Banjarmasin, Kalimantan Selatan, pada 9 Januari 2014.

"Dengan adanya unit packing plant di Banjarmasin, Kalimantan Selatan, ini, semakin memperkuat eksistensi dan ekspansi bisnis perseroan. Ini adalah bagian dari strategi perseroan agar bisa semakin dekat dengan konsumen, moving closer to the customer," kata dia.

Packing Plant Banjarmasin memiliki 1 buah silo dengan kapasitas 600 ribu ton semen per tahun, dilengkapi 2 line semen bag dengan rotary packer berkapasitas 2200 bag/jam dan 1 line curah dengan kapasitas 120 ton/jam serta dilengkapi dermaga yang bisa disandari kapal dengan kapasitas sebesar 5.000 DWT. 

Silo tersebut berfungsi untuk menampung semen sebelum masuk ke unit pengemasan. Investasi yang dikucurkan perseroan untuk proyek ini mencapai Rp 120 miliar.

Pada 2014, perseroan bekerja sama dengan PT Krakatau Steel Tbk membangun Pabrik Slag Powder dengan nama PT Krakatau Semen Indonesia (KSI) yang berlokasi di Cilegon Banten dengan investasi sebesar Rp440 miliar.

Pabrik KSI dirancang mampu mengolah Granulated Blast Furnace Slag (GBFS) sebanyak 750 ribu ton per tahun, pembangunan pabrik direncanakan dimulai awal 2014 dan ditargetkan dapat beroperasi awal 2016. (art)

http://m.news.viva.co.id/news/read/470279-2014--semen-indonesia-targetkan-penjualan-semen-31-juta-ton