T


Berita

KSI RENCANA BANGUN GRINDING MILL

            Rencana pembangunan grinding mall itu terungkap saat manajemen KSI mengunjungi pabrik Tuban, Kamis (2/4). Mereka adalah Manajer SDM dan Umum Erwin Sutedja, Manajer Project Leader Roos Adhy Satria, dan Manajer Marketing Muh.Faiq Niyazi. “Kedatangan kami ke Semen Indonesia untuk melihat dan menjajaki proses pembangunan grinding mill, sekaligus sumber daya yang di butuhkan,” terang Erwin Sutedja.

            Rencana tersebut semata untuk memenuhi permintaan konsumen, yaitu agar GBFS yang merupakan prosuk sampingan bisa langsung di-inject ke dalam produk. GBFS adalah produk sampingan PT Krakatau Steel dan anak perusahaannya, PT Krakatau Posco, yang berasal dari residu dalam proses pembakaran di tanur (Furnace) untuk memurnikan baja.

            Saat ini kedua pabrik baja tersebut menghasilkan GBFS sebanyak 750-800 ribu ton per tahun. “GBFS banyak di manfaatkan sejumlah pabrik semen untuk subtitusi material,” imbuhnya. Terkait penggilingan, Roos Adhy Satria mengungkapkan bahwa peralatan ini akan di fungsikan untuk menghaluskan GBFS menjadi produk siap pakai (GGBFS/GGBS).

            “Dari sisi harga tentu akan lebih baikdi bandingkan dengan menjual GBFS. Sebab dari penelitian produk ini memiliki sifat cementions layaknya semen yang dapat berfungsi sebagai agregat,” jelas Roos. Bahkan pada kehalusan tertentu material ini menunjukkan kualitas perekatan yang sama dengan Portland cement. Sehinggga, tidak berlebihan jika ke depan produk ini di klaim bisa menggantikan fungsi semen Portland dengan rasio perbandingan massa tertentu.

            Dikonfirmasi terpisah, Kasi Material Ketiga Semen Gresik Wasito Adi mengaku sudah sekitar setahun ini unit produksi semen mengomsumsi GBFS. Material langsung di-mixing bersama trass yang selanjutnya di giling bersama klinker di finish grinding. Selama itu pula tidak ada keluhan dari operator CCR terhadap konsumsi GBFS. “Namun, saat ini kami masih membatasi konsumsinya kurang lebih dua persen dari total material yang ada,” katanya.

            Selain untuk menghindari kesulitan saat pengoperasian, pembatasan ini sekaligus menekan wearing rate pada ball grinding. Sebab GBFS yang saat ini di manfaatkan bentukya masih berupa Kristal seperti gula pasir dan masih memiliki kekerasan tinggi. “Namun, tidak menutup kemungkinan jika GBFS sudah digiling konsumsinya akan di tingkatkan,” sambungnya. Dan, tidak lagi di-mixing dengan trass tapi langsung di inject ke produk layaknya fly ash sehingga bisa megurangi konsumsi slag atau bahkan klinker.

            Sekadar mengingatkan PT Krakatu Semen Indonesia (KSI) adalah perusahaan patungan (joint venture) yang dibentuk PT Semen Indonesia (Persero) Tbk, dengan PT Krakatau steel (Persero). Perusahaan ini kelak akan memproduksi slag powder yang merupakan produk sampingan dari pabrik peleburan besi dan baja, PT Krakatau Steel dan Krakatau Posco. Wujudnya berupa bongkahan kecil seperti gula pasir.

            Tidak hanya memproduksi, perusahaan ini juga memiliki tugas mengelola sekaligus memperdagangkan Granulated blast furnace slag (GBFS). Baik dalam bentuk aslinya, atau yang sudah digiling/dihaluskan berupa ground granulated blast furnace slag (GGBFS). Kelak, produksi GGBFS akan sangat dibutuhkan oleh pabrikan semen untuk bahan Additive-nya, mengingat semakin terbatasnya sumber daya alam yang ada.

            Pembentukan anak perusahaan yang baru ini akan menguntungkan semua pihak. Bagi Krakatau Steel, KSI memberikan nilai tambah berupa terkelolanya limbah B3-nya menjadi lebih baik. Tidak itu saja, dalam prosesnya tentu ada proses jual-beli sehingga ada nilai tambah yang tercipta. Sementara bagi Semen Indonesia, kebutuhan akan slag akan bisa dipenuhi.Sehingga konsumsi terak-seberapapun kecilnya bisa ditekan.

            Sampai saat ini peusahaan yang didirikan pada 20 Desember 2013 itu memiliki 10 karyawan tetap. Delapan diantaranya karyawan penugasan PT Krakatau Steel, dan sisanya karyawan penugasan dari SMI. Guna lebih memaksimalkan potensi yang ada, perusahaan in sedang menjajaki rencana pembangunan grinding mill atau penggilingan.

            Untuk memantabkan rencana ini, rombongan manajemen KSI melihat langsung proses produksi vertical mill di finish mill di pabrik Tuban 4, maupun OK Mill. termasuk proses pengoperasiannya di Central Control Room (CCR).

            “Semoga kita bisa bersiergi untuk mewujudkan rencana ini ke depan, demi kebaikan bersamaan,” pungkas Manajer SDM dan Umum KSI Erwin Sutedja, Sebelum berpamitan.

http://www.bumn.go.id/semenindonesia/berita/1478/KSI.RENCANA.BANGUN.GRINDING.MILL