T


Berita

KSI SEGERA BANGUN PABRIK PENGOLAHAN SLAG

Setelah mundur hampir delapan bulan, geliat proyek pembangunan pabrik pengolahan slag yang dikelola PT Krakatau Semen Indonesia (KSI) segera dimulai. Hal itu ditandai dengan penandatanganan kontrak pengadaan peralatan utama di kantor PT Krakatau Steel (Persero) Tbk, Jakarta, Jumat (30/10), antara KSI dan Loesche GmbH. Nilai kontrak pengadaan
peralatan utama adalah sebesar 7.530.000 Euro.


Sebagaimana diketahui, KSI adalah perusahaan patungan yang dibentuk PT Semen Indonesai (Persero) Tbk. dan PT Krakatau Steel (Persero) Tbk. KSI yang didirikan pada 20 Desember 2013 akan mengolah blast furnace slag (BFS) sebagai produk samping industri peleburan baja dari PT Krakatau Posco dan PT. Krakatau Steel (Persero) Tbk.  

Pendirian KSI dimaksudkan untuk mengolah BFS sebagai bahan campuran industri semen. Sementara sesuai regulasi pemerintah, BFS dikategorikan sebagai limbah B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun) sehingga hadirnya KSI dikawasan Cilegon, Banten, dapat memberikan keuntungan bagi SMI dan Krakatau Steel (KS).


Diharapkan pabrik KSI dapat mengolah BFS sebesar 750.000 ton per tahun yang menghasilkan produk berupa fine BFSsekitar 690.000 ton. Sebanyak 400.000 ton akan dikonsumsi oleh SMI, sementara sisanya diharapkan dapat diserap industri beton siap pakai atau industri lain berbasis semen. 

Pembangunan pabrik pengolahan BFS diharapkan selesai dan berproduksi secara komersial pada semester satu tahun 2017 mendatang. Mundurnya jadwal pembangunan pabrik dikarenakan masalah birokrasi di internal KS. “Namun kami optimistis dengan usaha keras pembangunan pabrik dapat selesai pada kuartal pertama tahun 2017,” ucap Dirut KSI
Danang Setyambada.

Penandatanganan kontrak pengadaan mesin slag grinding dengan kapasitas 125 ton per jam itu dihadiri sejumlah pejabat penting korporasi, antara lain Direktur Pengembangan Usaha dan Strategi Bisnis SMI Rizkan Chandra, Direktur Keuangan KS Anggiasari, jajaran komisaris KSI, serta Loesche GmbH bersama partner lokalnya. 

Total nilai investasi pembanguan pabrik pengolahan slag sekitar 430 miliar yang keseluruhannya sudah disetujui oleh manajemen PT Semen Indonesia (Persero) Tbk. Sedangkan PT Krakatau Steel (Persero) Tbk. baru menyetujui sebesar 208 miliar pada tanggal 16 September 2015. Persetujuan selisih nilai investasi masih diupayakan dan menunggu kajian dari Komite Investasi Dewan Komisaris KS yang akan memberikan rekomendasi kepada direksi KS untuk diterbitkan surat persetujuan. (Gapura 04/11/2015 hal 07)