T


Berita

PT. Krakatau Steel dan PT. Semen Indonesia bikin pabrik patungan

PT Krakatau Steel (Persero) Tbk dan PT Semen Indonesia (Persero) Tbk telah menyepakati perjanjian pembentukan perusahaan patungan (Joint Venture Company).

Perusahaan itu nantinya akan bergerak di bidang produksi slag powder yang akan mengolah granulated blast furnace slag (GBFS) menjadi ground granulated blast furnace slag (GGBFS) dengan nama PT Krakatau Semen Indonesia.

Baca juga: Suparni dilantik sebagai Dirut Semen Indonesiadan Akhirnya Dwi dipercaya kementerian BUMN sebagai Dirut Pertamina

Perjanjian ini sebelumnya telah ditandatangani oleh Direktur Utama Semen Indonesia, Dwi Soetjipto dan Direktur Utama Krakatau Steel, Irvan K. Hakim di kantor PT Krakatau Steel (Persero) Tbk Jakarta.  Kerja sama pembentukan perusahaan patungan ini, merupakan wujud dari sinergi antar perusahaan BUMN dalam pengembangan bisnis.

Direktur Utama PT KS mengatakan, kerja sama ini dapat meningkatkan pendapatan perseroan dan memberikan kontribusi bagi pengurangan emisi CO2 serta mengamankan pasokan bahan baku (Granulated blast furnace slag) untuk keperluan industri semen.

“Pabrik slag powder ini, dirancang mampu mengolah GBFS sebesar 750.000 ton per tahun, pembangunan pabrik, direncanakan mulai awal 2014 dan ditargetkan beroperasi awal tahun 2016,” jelas Irvan pada LICOM. Senin (23/12/13).

Irvan menjelaskan, dalam kurun waktu masa konstruksi pabrik slag powder itu, perusahaan patungan (JV Co slag powder) akan melakukan trading atau penjualan kepada pihak ke tiga (Atas pasokan GBFS dari PT Krakatau Posco  yakni: 350.000 ton/tahun).

Direktur Utama Semen Indonesia Dwi Soetjipto mengatakan, Perusahaan patungan PT Krakatau Semen Indonesia ini di dirikan dengan total investasi mencapai Rp 440 miliar,  berkedudukan di Desa Tegal Ratu, Kecamatan Ciwandan, Kota Cilegon, Provinsi Banten. Proyek tersebut didirikan di atas lahan seluas 40.000 M2.

Dwi Soetjipto menambahkan, pihaknya menyambut baik kerja sama dengan PT Krakatau Steel, dalam rangka mewujudkan sinergi antar BUMN. Ia menjelaskan bahwa, slag powder yang dihasilkan oleh perusahaan patungan akan digunakan perusahaannya untuk memproduksi semen portland komposit.

“Bahan baku PT Krakatau Semen Indonesia berasal dari produk granulasi slag blast furnace Krakatau Steel dan Krakatau Posco, kemudian diolah menjadi ground granulated blast furnace slag (GGBFS) sebagai bahan baku semen atau peruntukan lainnya” jelas Dwi Soetjipto.

Total investasi atas proyek patungan tersebut mencapai Rp 440 miliar dan modal kerja sebesar Rp 24 miliar. Adapun pendanaan EPC termasuk IDC menggunakan dana pinjaman dan ekuitas dengan komposisi sebesar 70 : 30. Porsi dana pinjaman tersebut sebesar Rp 308 miliar dan dana ekuitas sebesar Rp 132 miliar.

Proyek pembangunan pabrik Krakatau Semen Indonesia itu akan dilakukan secara swakelola dan mengkaryakan tenaga kerja, kontraktor dan sub kontraktor, semua dari dalam negeri.

Perseroan akan menentukan, namun tidak terbatas pada harga dan kualitas atas mesin, bahan-bahan, peralatan serta kualifikasi kontraktor, sub-kontraktor dan personil berdasarkan persyaratan dan ketentuan yang berlaku.

Selain pendirian pabrik slag powder, ruang lingkup proyek ini juga akan membangun akses road internal dan fasilitas pendukung lainnya.@dony

http://www.lensaindonesia.com/2013/12/24/pt-krakatau-steel-dan-pt-semen-indonesia-bikin-pabrik-patungan.html