T


Berita

SMGR-KRAS cari pinjaman Rp 308 miliar pasca bersinergi

- Setelah bersinergi, PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SMGR) dan PT Krakatau Steel (Persero) Tbk (KRAS) tengah menjajaki pembicaraan dengan 4 Bank miliki Badan Usaha Mulik Negara (BUMN) untuk mencari pendanaan.

Dana tersebut nantinya, akan dipergunakan untuk mendanai pembangunan dari perusahaan patungan (Join Venture) yang di beri nama PT Krakatau Semen Indonesia (KSI).

Adapun perusahaan patungan ini diketahui memiliki total investasi mencapai Rp440 miliar dan modal kerja sebesar Rp24 miliar. Sementara, dana investasinya sekitar 70% atau setara Rp308 Miliar rencananya akan dipenuhi lewat mekanisme pembiayaan yang bersumber dari pinjaman perbankan.

"Sumber pinjaman, diperoleh dari perbankan dalam negeri. Belum spesifik, tapi bank besar pemerintah (Bank BUMN)," kata Direktur Utama KRAS, Irvan K. Hakim di Kantor Pusat KRAS, Jakarta, Jumat.

Lebih lanjut Irvan mengatakan, pihaknya belum bisa menjelaskan lebih detail pihak mana saja dan berapa porsi pinjaman dari masing-masing pihak yang akan berpartisipasi. Namun dirinya memastikan, pinjaman tersebut, akan bersumber dari bank-bank milik pemerintah atau BUMN.

"Untuk pinjaman perbankan, tentunya harapannya dari bank-bank pemerintah yang besar, karena kalau bank pemerintah kan lebih prudent. Tapi, siapa mereka dan berapa porsinya terlalu prematur untuk disampaikan saat ini. Tapi kita sudah melakukan pembicaraan-pembicaraan dengan beberapa bank BUMN," jelasnya.

Sedangkan sisa dari kebutuhan investasi atau sebesar Rp132 miliar, akan dipenuhi dari ekuitas keduanya dimana porsi kepemilikan antara KRAS dan SMGR atas KSI adalah sama, yakni sebesar 50:50 persen.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Utama SMGR Dwi Soetjipto mengatakan, pabrik patungan yang bertempat di Desa Tegal Ratu, Kecamatan Ciwandan, Kota Cilegon, Provinsi Banten tersebut, akan berdiri di atas lahan seluas 40.000 meter persegi.

"Slag powder yang dihasilkan oleh perusahaan patungan akan digunakan Semen Indonesia untuk memproduksi semen portland komposit," terang Dwi.